miércoles, 24 de septiembre de 2014

PENUNTUN PRAKTIKUM



PEMBUATAN GARAM RANGKAP CaCu(CH3COO)4.6H2O

1. MAKSUD PERCOBAAN
Maksud dari percobaan ini adalah mengetahui dan mempelajari sintesis garam rangkap

2. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1.  Untuk mensintesis garam rangkap CaCu(CH3COO)4.6H2O
2. Untuk  menghitung rendamen garam yang terbentuk.

3. PRINSIP PERCOBAAN
Sintesis garam rangkap CaCu(CH3COO)4.6H2O  dilakukan dengan mereaksikan CaO dengan asam asetat glasial kemudian mereaksikan Cu(CH3COO)2.H2O yang terbentuk dengan akuades panas. Garam rangkap kalsium tembaga asetat  diperoleh melalui proses pemanasan, pendinginan, penyaringan dan pengeringan.

4. TEORI
Garam rangkap CaCu(CH3COO)4.6 H2O merupakan mineral yang ditemukan di New South Wales, oleh Broken Hill Australia. Mineral ini disintesis dari tembaga (II) asetat yang terbentuk molekul dimer pada tahun 1961. 
Garam rangkap adalah garam yang dalam kisi kristalnya mengandung dua kation yang berbeda dengan proporsi tertentu. Garam rangkap biasanya lebih mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam-garam tunggal penyusunnya. Contoh kristal garam rangkap adalah CaCu(CH3COO)4.6H2O ,  kalsium magnesium sulfat (CaMg(CO3)2  , garam mhor.

5. ALAT  DAN BAHAN
Bahan  yang digunakan pada percobaan ini adalah:
Akuades, Cao, CH3COOH glasial, Cu(CH3COO)2.H2O,kertas saring, tissue roll dan sabun.

Alat yang digunakan pada percobaan adalah:

            Gelas kimia 50 mL, gelas kimia 250 mL, gelas kimia 500 mL, batang pengaduk, elemenyer 200 mL, corong kaca, neraca analitik, gelas ukur 10 mL, pipet skala, hotplate dan labu semprot.

6. PROSEDUR PERCOBAAN
            Kedalam gelas kimia 50 mL yang berisi 0,50 g CaO, ditambahkan 4,5 mL akuades sambil diaduk selama 2 menit. Kemudian pada larutan ini ditambahkan 1,5 mL asetat glasial sambil diaduk hingga terbentuk larutan yang jernih tidak berwarna. Selanjutnya kedalam gelas kimia kedua yang berisis 0,50 g CaCu(CH3COO)4.6H2O ditambahkan 4 mL akuades  dan dipanaskan  sambil diaduk hingga seluruh serbuk larut. Larutan ini disaring dalam keadaan panas menhasilkan larutan jernih. Setelah dingin kedua larutan dicampurkan dalam satu gelas kimia dan dibiarkan selama 1 hari. Kristal yang terbentuk berwarnah biru cerah, disaring dan dibilas lalu dikeringkan di udara.






No hay comentarios.:

Publicar un comentario

PENENTUAN KESEGARAN SUSU

BAB I PENDAHULUAN 1. 1   Latar Belakang Dasar ilmu pengetahuan dan teknologi produk susu adalah air susu karena air susu adala...